l Desember 2021 ~ Informatics Engineering

Apa itu SDLC?

klik kalo penasaran :v

Basis Data apa sih???

Apa hayoooo?..

OOP?

Apa hayoooo?..

Jumat, 03 Desember 2021

Pemograman Berorientasi Objek

BAB 6  Pemrograman Berorientasi Objek

 


 

Pengertian Pemrograman Berorientasi Objek

Pengertian Pemrograman berorientasi objek adalah cara yang dilakukan untuk membuat suatu program dengan memanfaatkan objek. Pemrograman ini juga dinamakan OOP atau Object Oriented Progamming yang sebenarnya objek sendiri memiliki data yang di dalamnya menjelaskan atribut dari objek tersebut. Selain itu, ia juga memiliki function atau sebuah prosedur yang lebih dikenal dengan sebutan method.

Secara sederhana, pemrograman berorientasi objek bisa diartikan sebagai konsep untuk membuat program dengan cara memecahkan permasalahan yang ada di dalam program tersebut dengan menggunakan objek. Objek di sini nanti bisa dijadikan sebagai fungsi khusus yang dibuat secara mandiri. Pada saat membuat aplikasi, maka objek-objek tersebut akan saling bertukar data sehingga bisa mendapatkan hasil akhir yang diinginkan.

Sementara itu, berbeda dengan konsep yang dimiliki oleh function yang ada dalam pemrograman, sebuah objek dapat memiliki data dan juga function-nya sendiri. Fungsi dari setiap objek tersebut nanti akan ditujukan agar dapat mengerjakan tugas dan juga bisa menghasilkan sebuah nilai akhir yang selanjutnya dapat digunakan maupun ditampilkan oleh objek yang lainnya.

Macam-Macam Bahasa Pemrograman yang Support OOP

Lalu apa saja macam-macam pemgoraman yang support OOP? Berikut ini kami akan memberikan jawabannya khusus untuk Anda.

§  Java

§  PHP

§  Ruby

§  C++

§  Python

§  C#

§  Delphi

§  Perl

§  Net

Istilah-Istilah yang Digunakan dalam Bahasa Pemrograman Berbasis Objek




Sementara itu, berikut ini kami akan menjelaskan tentang beberapa istilah umum yang masih berkaitan dengan pemrograman berorientasi objek.

§   Class: merupakan sebuah cetakan yang berasal dari objek. Di dalam class terdapat berbagai kode yang isinya penjelasan tentang bagaimana sebuah objek tersebut berperilaku dan juga berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya. Class ini nanti akan diartikan sebagai sebuah template atau cetakan.

§   Property: merupakan sebuah variabel yang digunakan di dalam class. Namun perlu diingat bahwa property tidak berada di dalam method maupun juga fungsi di dalam class.

§   Method: bagian ini merupakan fungsi yang terdapat di dalam class. Anda bisa mengakses dengan menggunakan 3 jenis modifier atau user. Di dalam sebuah pemrograman, method digunakan untuk menyimpan state variabel dan kemudian mengimplementasikan perilakunya dengan menggunakan method.

§   Object: dalam istilah pemrograman, objek merupakan bagian yang ada di dalam suatu program. Di dalam objek terdapat banyak method dan variabel yang saling terhubung dan saling berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya.

§   Overloading: merupakan pemisah yang ada di dalam class. Misalnya sebuah mobil yang memiliki method info, dan juga truk yang mempunyai method yang tidak jauh berbeda. Hal inilah yang dinamakan sebagai overloading. Jika nanti mobil tersebut menggunakan atau memanggil method info, maka yang dikerjakan adalah method info yang terdapat di dalam class mobil. Namun ketika truk memanggil method info, akan ada dua kemungkinan. method info yang ada di dalam class truk atau malah yang terdapat di dalam class mobil.

 

Kelebihan Menggunakan Pemrograman Berorientasi Objek

 

Di bawah ini kami sudah memiliki informasi yang berkaitan dengan apa saja kelebihan ketika Anda mempelajari dan menggunakan pemrograman berorientasi objek.

§   Faster Development: merupakan sebuah metode yang memiliki banyak dukungan dari library objek. Dengan begitu, maka sebuah program bisa diselesaikan dalam waktu yang cepat sehingga bsia lanjut ke objek atau projek selanjutnya.

§   Improved Software Development Productivity: merupakan sebuah sistem yang dimodifikasi tanpa harus melibatkan banyak modul. Artinya, hanya objek yang nanti akan terlibat dalam sistem tersebut. Selain itu, sistem program juga bisa dikembangkan sampai masuk ke ranah yang lebih kompleks.

§   Improved Software Maintainability:merupakan salah satu bagian yang ada pada software yang mudah diperbaiki meskipun berada dalam skala yang besar.

§   Lower Cost of Development: termasuk bagian dari faster development yang digunakan untuk mengurangi biaya pengembangan ketika membuat sebuah program.

§   Higher Quality Software: merupakan bagian dari faster development yang dapat memberikan banyak waktu dan juga sumber daya yang akan digunakann untuk memverifikasi software.

 

Kelemahan Menggunakan Pemrograman Berorientasi Objek

 

Setelah mengetahui kelebihannya, Anda juga harus tahu apa saja kekurangan menggunakan program berorientasi objek. Berikut ini beberapa kekurangan yang akan Anda temukan ketika menggunakan OOP:

§   Bagi beberapa program masih membutuhkan cukup banyak waktu agar bisa terbiasa dengan adanya OOP.

§   Memiliki runtime program yang lebih lambat.

§   Untuk ukuran program yang dibuat dengan OOP cenderung mempunyai metode yang lebih besar.

§   Tidak semua permasalahan yang ada pada program dapat ‘disembuhkan’ dengan menggunakan OOP.

 

Demikian informasi yang bisa kami berikan kepada Anda terkait apa saja pengertian pemrograman berorientasi objek beserta konsep, macam-macam bahasa pemrograman berorientasi objek. Semoga bermanfaat.

 


Kamis, 02 Desember 2021

Pemograman Terstruktur

BAB 5  PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR
 
Pengertian Pemrograman Terstruktur





Pemrograman ter-struktur yaitu suatu teknik dalam sebuah program dengan rangkaian perintah-perintah yang disusun secara sistematis dan logis dalam bahasa komputer agar mudah untuk dipahami, diuji, dan dimodifikasi.

Pemrograman ter-struktur juga merupakan bahasa pemrograman dalam sebuah program yang terdiri dari kumpulan prosedur, dimana prosedur-prosedur ini akan saling memberi atau menerima perintah, dan juga bisa membuat parameter yang berbeda di setiap perintahnya.

Pemrograman ter-struktur juga mendukung pengkodean, abtraksi data, dan kontrol program yang tertata, dengan prosedur yang mampu melakukan operasi-operasi  yang sudah ditentukan dengan parameter

Alasan kenapa kita harus membuat pemrograman yang ter-struktur adalah: Krisis metode pengembangan, Kemampuan tenaga programmer tertinggal, Sulitnya modifikasi program jika ada kesalahan atau perubahan dan Sulitnya modifikasi kode program karena tidak tertata dengan baik.

Manfaat dari pemrograman ter-struktur 

    juga dapat menangani program besar dan kompel, menghindari konflik dalam team, kerja team berdasarkan modul-modul yang jelas dan pengerjaannya juga dapat dimonitor dan dikaji.

Fungsi Pemrograman Terstruktur



·         Meningkatkan kehandalan dalam suatu progam

·         program mudah dibaca dan ditelusuri

·         menyederhanakan kerumitan program

·         pemeliharaan program, sehingga bisa mudah ditelusuri                kesalahannya dan memodifikasinya.

·         meningkatkan produktivitas pemrograman.

Ciri-ciri Pemrograman Terstruktur

1.   Mengandung teknik pemecahan yang tepat dan benar,memiliki 3 struktur dasar yaitu urutan, seleksi dan perulangan,menggunakan struktur logika yang benar dan mudah dipahami,menggunakan algoritma pemecahan masalah yang sederhana, efektif dan standar,biaya pengujian yang rendahmemiliki dokumentasi yang baik,menghindari penggunaan GOTO,biaya perawatan dan dokumentasi rendah.


Langkah-langkah Membuat Pemrograman Terstruktur


·         Mendefinisikan Masalah

·         Menentukan Solusi

·         Memilih Algoritma

·         Menulis Program

·         Menguji Program

·         Menulis Dokumentasi

·         Merawat Program

·         Pengenalan Komputer

Rabu, 01 Desember 2021

Basis Data

BAB 4 BASIS DATA

 

Materi konsep dasar sistem basis data akan membahas tentang




§  Pengertian basis data

§  Istilah-istilah basis data

§  Komponen sistem basis data

§  Tujuan dan manfaat basis data

§  Kelemahan sistem basis data

§  Contoh penggunaan aplikasi basis data dalam dunia bisnis

§  Contoh basis data

§  Database Management System (DBMS)

§  Manfaat DBMS

§  Pengguna basis data

§  Model Basis Data

Pengertian Basis Data

Basis data adalah kumpulan tabel-tabel yang mempunyai kaitan antara satu tabel dengan tabel lainnya sehingga membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan suatu perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu.



Menurut “Stephens dan Plew (2000), adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data. Informasi adalah sesuatu yang kita gunakan sehari-hari untuk berbagai alasan. Dengan basisdata, pengguna dapat menyimpan data secara terorganisasi. Setelah data disimpan, informasi harus mudah diambil. Kriteria dapat digunakan untuk mengambil informasi. Cara data disimpan dalam basis data menentukan seberapa mudah mencari informasi berdasarkan banyak kriteria. 

Beberapa hal yang termaksud unsur-unsur dari basis data adalah sebagai berikut:



Entititas (Tabel)

Entititas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Pada bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar.

Atribut (Field/kolom)

Setiap entitas mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entitas. Seorang siswa dapat dilihat dari atributnya misalnya, NIM, Nama_siswa, Alamat.

Record (Baris)  

Record adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Contoh Kumpulan atribut NIP, Nama, dan alamat berisikan “01001245566”, Sanusi, Jl. Hati suci No 2 Kupang.

Nilai Data (Data Value)

Merupakan data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut disebut nilai data.

Field Kunci (Key Field)

Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan field Kunci  data npm.

 

Dalam Sistem Basis data memiliki beberapa komponen yaitu:



Komponen Sistem Basis Data

Pengguna (User)

Bagi pengguna dapat berinteraksi dengan basis data dan memanipulasi data dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman.

Sistem Pengelolaan Basis Data (Data Base Management System)

Pengolahan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS yang menentukan bagaimana data disimpan, diubah dan diambil kembali.

Basis data (Database)

Sebuah basis data (Database) dapat memiliki beberapa tabel yang memiliki relasi satu dengan yang lainnya. Setiap tabel memiliki atribut

Sistem Operasi (Operating System)

Sistem Operasi (Operating System) merupakan program yang mengaktifkan atau mengfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dan melakukan operasi-operasi dalam komputer. Sistem Operasi yang banyak digunakan seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix.

Perangkat Keras  (Hardware)

Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah memori sekunder hardisk.

Tujuan dan Manfaat Basis Data

Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat memperoleh data yang kita cari dengan mudah dan cepat (Fathansyah,1999). Pemanfaatan basis data dilakukan dengan tujuan yaitu:

Kecepatan dan kemudahan (Speed)

Pemanfaatan Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah, dari pada kita menyimpan data secara manual.

Efisien ruang penyimpanan (Space

Dengan Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah pengkodean .

Keakuratan (Acuracy)

Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.

Keamanan (Security)

Dalam sejumlah sistem ( apilkasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius, aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa yang boleh menggunakan database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja yang boleh dilakukan.

Terpeliharanya keselarasan data (Consitant)

Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan

Data dapat dipakai secara bersama (shared)

Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.

Dapat diterapkan standarisasi (standardization)

Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.

Kelemahan Sistem Basis Data

  • Memerlukan tenaga spesialIS
  • Kompleks
  • Memerlukan tempat yang besar
  • Mahal
  • Pengguna Basis Data
  • System Engineer

 

Database Administrator (DBA)

Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya.

 

 

Pemakai (User)

Ada beberapa jenis (tipe) pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dapat dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem :

Programmer aplikasi

Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis pada bahasa pemrograman induk (seperti C, pascal, cobol, dll)

Pemakai Mahir (Casual User)

 

Contoh penggunaan Aplikasi basis data dalam dunia bisnis

§  Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan

§  Bandara : Pengelolaan data reservasi, penjadualan

§  Universitas : Pengelolaan pendaftaran, alumni

§  Penjualan : Pengelolaan data customer, produk, penjualan

§  Pabrik : Pengelolaan data produksi, persediaan barang, pemesanan, agen

§  Kepegawaian: Pengelolaan data karyawan, gaji, pajak

§  Telekomunikasi : Pengelolaan data tagihan, jumlah pulsa